Laporan Praktik Kerja Lapang (Magang)

Laporan Magang di Instalasi Sanitasi dan Pertamanan RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara

Lanjutkan membaca “Laporan Praktik Kerja Lapang (Magang)”

Iklan

Dosen Politeknik Banjarnegara Raih Best Oral Presenter dalam Konferensi Internasional

oleh dalam Berita— 17 Oct, 2017

Dosen Program Studi Kebidanan Politeknik Banjarnegara, Dian Nirmala Sari, S.SiT berhasil meraih Best Oral Presenter atau penyaji terbaik dalam 2nd Internasional Conference on Applied Science and Health (ICASH) yang mengambil tema Developing Science and Technology to Improve Health and Well-being. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mahidol University, Thailand, 29 September lalu.

ICASH merupakan sebuah konferensi gabungan antara Politeknik Kesehatan Semarang dan Fakultas Pascasarjana Mahidol Univesity-Thailand, diselenggarakan oleh Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand, yang dikenal secara internasional sebagai Aliansi Cendekiawan Indonesia (InSchooL). “Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kerjasama internasional dalam bidang pendidikan dan kesehatan,” kata Dian.

Dalam kegiatan tersebut, Dian mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Correlation between Prenatal Yoga and Delivery Process Among Mothers in Independent Midwife Clinic Harti Mustaqim Sumowono, Semarang, Indonesia”.

Menurutnya, ICASH merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan berbagai hasil penelitian dan temuan dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat seperti faktor penyakit, epidemiologi, promosi kesehatan, kebijakan kesehatan, gizi, kesehatan dan keselamatan lingkungan, keperawatan dan kebidanan, dan ilmu lainnya yang terkait dengan pembangunan kesehatan.

Berbagai negara yang terlibat dalam kegiatan tersebut diantaranya Canada, Filipina, Thailand, Indonesia serta beberapa negara di kawasan Afrika. “Presentasi hasil penelitian dan artikel dari masing-masing negara, bisa dijadikan tinjauan situasi dan kondisi kesehatan terkini untuk selanjutnya dijadikan bahan masukan dalam merancang program kesehatan di masa depan,” katanya.

Sementara itu, penyaji makalah lainnya dari Politeknik Banjarnegara yaitu Umi Nur Fajri dengan judul penelitian  “The Correlation between Age at Fist Marriage and Visual Inspection with Acetic Acid Diagnosis” .

Dirinya berharap kegiatan tersebut dapat berfungsi sebagai media untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman diantara para ilmuwan serta praktisi kesehatan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai isu-isu paling krusial tentang kesehatan.

a-5

Menjaga Lahan Gambut, Menjaga Indonesia

350px-Mohos_Peat_Bog_1

(https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gambut)

Tanah gambut merupakan tanah yang sangat subur, karena tanah ini mengandung bahan organik yang tinggi dan berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang membusuk. Tanah gambut adalah tanah yang lunak, sehingga mudah untuk ditekan. Apabila ditekan maka tanah ini akan mengeluarkan air. Bahkan, apabila dikeringkan dapat dijadikan bahan bakar sumber energi. Selain sumber energi, gambut juga dapat digunakan untuk memasak dan sebagai pemanas di rumah. Maka tidak heran jika gambut merupakan tanah yang kaya akan manfaat. (Wikipedia)
Di Indonesia sendiri luas lahan gambut tersebar di berbagai daerah dengan luas yang beragam. Di Sumatera saja terdapat 7,3-9,7 hektar lahan gambut atau setara dengan 1/4 luas lahan gambut di daerah tropis. Hal ini dapat menjadikan gambut sebagai sumber energi alternatif jika dimanfaatkan dengan baik. Maka perlu adanya sinkronisasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sehingga hal tersebut dapat terlaksana. Namun, tanpa adanya kerja sama yang dilakukan berbagai pihak maka akan membuat semua itu sulit untuk tercapai.

250px-Torfabbau-(https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gambut)

Bagi negara tropis, dengan adanya lahan gambut dapat dijadikan sumber ekonomi yang menjanjikan. Hal ini didukung oleh cuaca yang ada di daerah ini. Daerah tropis tidak mengalami 4 musim, sehingga lahan gambut dapat termonitor secara jelas. Namun, terkadang cuaca juga menjadi kendala. Misalnya, saat musim penghujan berlangsung terus menerus maka akan menjadikan tanah gambut kelebihan air dari kondisi yang seharusnya. Apalagi saat musim kemarau berlangsung lama, maka akan lebih membahayakan. Hal ini mengacu pada suhu saat musim kemarau yang dapat sangat panas dengan disertai tiupan angin yang kencang maka dapat menyebabkan kebakaran hutan.
Peristiwa kebakaran hutan pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2015 dimana 52% hutan yang terbakar merupakan lahan gambut. Peristiwa ini menyadarkan semua pihak untuk lebih memerhatikan lingkungan. Setelah peristiwa karhutla ini, pemerintah baru memikirkan cara pencegahan agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi. Padahal, sangat penting untuk menjaga lahan gambut maupun lahan lain agar tidak terjadi hal serupa. Lalu bagaimana cara menjaga lahan gambut itu?
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga lahan gambut:
1. Pemantauan Komitmen
Pemerintah memiliki program nasional untuk merestorasi lahan gambut seluas 2 hektar selama 5 tahun. Dengan berbagai pihak yang ikut andil, Presiden Jokowi berharap agar dalam menjaga ekosistem lahan gambut dapat terus memerhatikan aspek kelestarian lingkungan. Selain itu pemerintah juga memiliki program pelarangan pembukaan lahan baru atau eksploitasi lahan gambut untuk usaha kehutanan dan perkebunan. Program ini perlu didukung dan dilakukan bersama dengan masyarakat agar dapat terlaksana dengan baik. Dengan berkomitmen bersama untuk menjaga lahan gambut berarti ikut menjaga Indonesia dari kerusakan alam yang mungkin terjadi.

2. Peta Restorasi
Di Indonesia, lahan gambut tersebar diberbagai wilayah. Maka untuk merestorasi lahan gambut perlu adanya keterkaitan dari berbagai pihak. Selain itu, lahan gambut harus dipetakan untuk mengetahui mana yang menjadi prioritas utama dalam melakukan restorasi tersebut. Aktivitas dan perkembangan restorasi gambut yang dilakukan oleh berbagai pihak, meliputi pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta pelaku usaha. Sebenarnya masyarakat juga dapat ikut berpartisipasi dengan melakukan pengawasan terhadap lahan gambut yang ada di daerah mereka dan melaporkannya kepada pihak terkait jika terdapat penyimpangan saat dilakukan restorasi lahan gambut.

3. Berbagi Cerita
Berbagi cerita merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga lahan gambut. Dengan sharing atau membagikan pengalaman kepada orang lain dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap lahan gambut. Seringnya berkomunikasi dengan orang lain dalam suatu komunitas atau kumpulan orang dapat juga membantu meningkatkan motivasi mereka untuk semakin mencintai lahan gambut. Pengalaman yang diceritakan dari orang yang secara langsung mengalami dampak akibat lahan gambut baik positif maupun negatif akan lebih dipercaya dari pada seseorang yang belum pernah mengalaminya.

4. Mengenal Lahan Gambut Lebih Jauh
Mengenal lahan gambut lebih jauh dapat membantu memantau gambut. Selain itu, mempelajari secara mendalam mengenai gambut dapat menigkatkan pengetahuan kita tentang gambut. Pengetahuan yang baik akan membawa pada perilaku yang baik pula. Orang yang tahu cara menjaga lahan gambut dan memiliki pengetahuan tentang pentingnya lahan gambut pasti akan lebih menjaga lahan gambut daripada orang yang tahu cara menjaga gambut tapi tidak tahu seberapa pentingny lahan gambut itu.
Setelah mengetahui cara-cara untuk menjaga gambut, alangkah lebih baik lagi jika cara tersebut diaplikasikan pada lahan gambut. Untuk itu perlu adanya kontribusi dari semua pihak agar lahan gambut dapat terlindungi. Menjaga lahan gambut berarti menjaga Indonesia. Itulah yang harus dijadikan slogan dalam melakukan perlindungan terhadap lahan gambut, sehingga akan menambah kepedulian kita terhadap lahan gambut. Jadi, kita harus selalu melakukan pantau gambut agar dapat terus menjaga lahan gambut dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi sehingga dapat dicegah. #pantaugambut

Sumber:
Wikipedia. Tanpa tahun. Gambut. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gambut. Diakses 19 Juli 2017
Anonimous. Tanpa tahun. Pantau Gambut. pantaugambut.id. diakses 15 Juli 2017.