Untitle

Ketika fajar mulai menyingsing
Aku mencemaskan satu hal
Sesuatu yang aku benci akan muncul
Aku tak mau mendengar atau melihatnya
Tak sanggup tuk menghadapi itu
Begitu menyakitkan
Akankah semuanya benar terjadi?
Aku sudah pasrah
Jika semuanya benar terjadi
Mungkin semua orang menyukainya
Tapi aku bahkan tidak bahagia
Ketika orang lain membicarakannya
Mungkin bagi mereka sangat menyenangkan
Tapi bagiku….
Itu semua sebuah pukulan keras
Yang merobohkan seluruh sendiku
Membuatku lemas tak berdaya
Akankah kenyataan itu melemahkanku?
Sejujurnya aku tak sanggup lagi
Tapi ku coba menerimanya
Dan aku merasa tak pantas lagi
Aku bingung harus bagaimana
Biarlah semua terjadi sesuai kehendak-Nya

My Poetry

DI SUATU MALAM 

Suara merdu itu mulai menghilang
Hanya semilir angin yang berani datang
Menembus dimensi waktu
Hingga sampai padaku
Sunyi …
Sepi …
Dan sendiri …
Itulah yang terjadi
Tak seorangpun tahu
Ada badai berkecamuk dalam diriku
Merobohkan seluruh sendiku
Membuatku tak berani
Menutup mata
Pada malam itu

Puisiku

CERITA DI UJUNG SENJA

Secangkir kopi di suatu senja

Berisikan canda tawa

Bertabur kasih dan cinta

Tentang seorang remaja yang bahagia

Dalam kehangatan senja ini

Lenyaplah luka, duka, dan derita

Membersihkan jiwa raga

Dari dosa berprasangka

Hanya ada untaian kata

Yang tersusun dalam paragraf cinta

Dibuat dengan penuh gaya

Dengan cara yang istimewa

Inilah akhir dari sebuah cerita di ujung senja

Resensi Buku

Lafal Sakti Bismillah

Judul               : Bismillah

Pengarang       : Muhammad Makhdlori

Penerbit           : Safirah

Tahun terbit    : 2012

Cetakan           : Pertama, Mei 2012

Tebal buku      : 261 halaman

Novel Bismillah ini ditulis oleh Muhammad Makhdlori. Muhammad Makhdlori lahir di Pengasinan, Kramat, Tegal, Jawa Tengah pada 30 Agustus 1972. Ia adalah putra dari pasangan K.H. Muhammad Nasir dan Siti Maskunah. Ia menyelesaikan sekolah dasar di Kramat, kemudian melanjutkan ke MTs N Babakan, Lebaksiu, Tegal, sekaligus menjadi santri di sana. Lalu, ia melanjutkan ke SMA di Surodadi. Dan setelah lulus, ia melanjutkan ke UNSIQ di Wonosobo sekaligus menjadi santri di Pesantren Al-Asy’ariyyah selama 5 tahun.

Banyak karya yang pernah ia buat, di antaranya Menyingkap Mukjizat Shalat Dhuha, Bacalah Surah Al-Waqi’ah Maka Engkau Akan Kaya, Samudera Al-Fatihah, Tahajjud Cinta, Maha Cinta Adam dan Hawa, Bersyukur Benar-benar Membuat Dirimu Kaya, Dahsyatnya Doa-doa dan Dzikir-dzikir Khusus Penarik Rezeki, Demi Dhuha, dan lain-lain. Dari semua karyanya, novel Bismillah merupakan novel yang mempunyai daya tarik tersendiri. Pada novel ini, pembaca dapat mengambil nilai-nilai yang bermanfaat, baik agama, hubungan sosial dan budaya, maupun masalah percintaan.

Novel ini bercerita tentang sosok Akbar, anak seorang pemimpin pondok pesantren yang mengalami depresi setelah dokter memvonisnya cacat permanen. Hal inilah yang membuat Akbar berperilaku menyimpang, sering menghujat Allah karena kecacatan fisiknya, dan sering bermabuk-mabukan. Tetapi, setelah ia simasukkan ke pesantren, perilaku buruknya berangsur-angsur mulai berubah. Dan di pesantren Akbar bertemu dengan Hamidah, anak pemimpin pondok pesantren yang menjadi idaman para santri.

Di saat Akbar mulai menginsyafi kekeliruannya, ia harus dihadapkan dengan permasalahan yang sangat rumit. Ia harus berhadapan dengan Jihan, seorang lelaki ateis yang menyamar sebagai santri dan berusaha memurtadkan para santri dan warga kampung. Apalagi, di tengah perjuangannya melawan Jihan, ia mengetahui fakta yang mengejutkan tentang Kang Zaid, teman dekatnya yang ternyata menyimpan sebuah rahasia besar di balik perilakunya selama ini. Lalu, bagaimanakah kisah Akbar selanjutnya?

Disajikan dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, membuat pembaca ingin terus membaca sampai akhir. Walaupun, ada beberapa kata yang menggunakan kosa kata bahasa Arab, di antaranya “zadhab”, “muthala’ah”, “mustadha’af”, dan lain-lain sehingga membuat pembaca harus berusaha mengetahui arti dari kosa kata tersebut. Tetapi, pembaca tidak akan kesulitan dalam membacanya, karena buku ini dilengkapi dengan catatan kaki yang jelas.

Rangkaian cerita dalam novel ini menggunakan alur maju, yang diawali dengan   pengenalan sosok Akbar, kemudian permasalahan muncul ketika Akbar sering menghujat Allah, dan puncak permasalahannya terjadi ketika Akbar harus menghadapi Jihan. Dan pada akhirnya, Akbar dapat mengalahkan Jihan, walaupun dalam menyelesaikan permasalahan ini Akbar harus menderita.

Selain itu, penggambaran watak tokoh sangat jelas, sehingga sifat dan karakter masing-masing tokoh dapat diketahui dengan mudah. Novel ini juga sarat akan amanat, di antaranya kita harus bersabar dalam menerima setiap cobaan dari Allah, kita tidak boleh menghujat Allah, kita harus menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan tidak terburu-buru, dan lain-lain. Hal ini membuktikan bahwa novel ini layak untuk dibaca bagi semua lapisan masyarakat. Kita sangat perlu membaca novel ini agar kita bisa  menyikapi hidup dan menghadapi segala permasalahan dengan sabar dan tabah, serta bisa menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi.