Laporan Getaran

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGUKURAN GETARAN

A. Dasar Teori

Aplikasi teknologi yang semakin modern terlihat dari bertambahnya penggunaan beraneka ragam mesin dan peralatan kerja mekanis yang digerakkan oleh motor penggerak. Mesin-mesin tersebut merupakan salah satu faktor penunjang utama pada proses produksi. Sangat banyak peralatan mekanis dan mesin yang digunakan dalam berbagai industri, antara lain industri logam, industri kayu, pertambangan, pertanian, industri bangunan, dan industri angkutan. Paparan getaran terhadap pekerja dalam berbagai sektor industri merupakan masalah yang harus mendapat perhatian khusus sebab akan berakibat menimbulkan penyakit atau kecelakaan kerja.

 

Getaran yang terjadi di lingkungan dapat berdampak pada kehidupan manusia. Dalam SK Menteri Lingkungan Hidup No. 49 Tahun 1996 ditetapkan tingkat baku getaran berdasar tingkat kenyamanan dan kesehatan dalam kategori mengganggu, tidak nyaman dan menyakitkan. Baku tingkat getaran mekanik dan getaran kejut adalah batas maksimal tingkat getaran mekanik yang diperbolehkan dari usaha atau kegiatan pada media padat sehingga tidak menimbulkan ganggguan pada kenyamanan, kesehatan serta keutuhan bangunan.

B. Tujuan

  1. Mengetahui alat untuk mengukur getaran.
  2. Dapat menggunakan alat pengukur getaran.
  3. Mengetahui getaran pada benda tertentu.

C. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah Vibrationmeter dan sepeda motor.

 

D. Cara Kerja

Cara kerja vibrationmeter:

  1. Tekan tombol power
  2. Tunggu sampai stabil
  3. Pilih tekanan, Velocity (vel) untuk getaran rendah, Acceleration (Acc) untuk getaran tinggi
  4. Tempelkan alat sensor di titik yang diinginkan selama 1 menit
  5. Pilih angka yang sering muncul
  6. Hasilnya disamakan dengan standar Permenkes.

E. Hasil

Hasil pengukuran getaran  sepeda motor dengan berbagai merk:

No Merk Sepeda Motor Getaran
Stang Jok Step
1. Prima 5,6 mm/s 4,7 mm/s 14,7 mm/s
2. Mio 6,8 mm/s 3,2 mm/s 14,8 mm/s
3. Scoopy 10,1 mm/s 4,3 mm/s 8,1 mm/s

F. Pembahasan

Hasil pengukuran pada tiga merk sepeda motor diperoleh hasil yang bebeda-beda. Pengukuran getaran pada stang motor paling tinggi pada motor merk “Scoopy” yaitu sebesar 10,1 mm/s dan paling rendah pada motor merk “Prima” yaitu sebesar 5,6 mm/s. Sedangkan pengukuran getaran pada jok motor paling tinggi pada motor merk “Prima” yaitu sebesar 4,7 mm/s dan paling rendah pada motor merk “Mio” yaitu sebesar 3,2 mm/s. Terakhir yaitu pengukuran getaran pada step motor. Getaran paling tinggi dimiliki oleh motor merk “Mio” yaitu sebesar 14,8 mm/s dan paling rendah dimiliki oleh motor merk “Scoopy” yaitu sebesar 8,1 mm/s. Hasil pengukuran ini sudah melebihi nilai ambang getaran. Hal ini  bila menandakan bahwa motor tersebut bila digunakan terus menerus akan mengganggu kenyamanan si pemakai.

 

Alat yang digunakan dalam pengukuran yaitu vibrationmeter. Vibration meter biasanya bentuknya kecil dan ringan sehingga mudah dibawa dan dioperasikan dengan battery serta dapat mengambil data getaran pada suatu mesin dengan cepat. Pada umumnya terdiri dari sebuah probe, kabel dan meter untuk menampilkan harga getaran. Alat ini juga dilengkapi dengan switch selector untuk memilih parameter getaran yang akan diukur. Vibration meter ini hanya membaca harga overall (besarnya level getaran) tanpa memberikan informasi mengenai frekuensi dari getaran tersebut. Pemakaian alat ini cukup mudah sehingga tidak diperlukan seorang operator yang harus ahli dalam bidang getaran. Pada umumnya alat ini digunakan untuk memonitor “trend getaran” dari suatu mesin. Jika trend getaran suatu mesin menunjukkan kenaikan melebihi level getaran yang diperbolehkan, maka akan dilakukan analisa lebih lanjut dengan menggunakan alat yang lebih lengkap.

G. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan yaitu:

  1. Getaran adalah gerak berulang-ulang yang cepat.
  2. Alat pengukur getaran adalah vibration meter
  3. Pengukuran dilakukan pada sepeda motor
  4. Getaran yang melebihi level getaran yang diperbolehkan, maka akan dilakukan analisa lebih lanjut dengan menggunakan alat yang lebih lengkap.

H. Daftar pustaka

Anonimous, 2009, BAB IV Pengukuran Getaran, http://vibrasiblog.blogspot.com/2011/10/bab-iv-pengukuran-getaran.html, diakses 26 Desember 2016.

Hardiani Waskito, tanpa tahun, Laporan Praktikum Pengukuran Getaran Mekanis pada Kendaraan Bermotor, https://independent.academia.edu/HWaskito, diakses 26 Desember 2016.

 

Iklan

Laporan Praktikum Fisika Lingkungan

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGUKURAN RADIASI ELEKTOMAGNETIK

  1. Dasar Teori

Hand Phone (HP) merupakan salah satu teknologi informasi yang berkembang pesat di lingkungan masyarakat saat ini. Teknologi HP kini telah menggunakan gelombang elektro magnetik (GEM) sebagai media transmisi data yang lebih praktis. Dalam ruang hampa, gelombang ini merambat dengan kecepatan 3 x 108 m/s. Tubuh manusia akan tersinari oleh berbagai frekuensi gelombang magnetik yang kompleks. Tingkat paparan gelombang elektromagnetik dari berbagai frekuensi berubah secara signifikan sejalan dengan perkembangan teknologi yang menimbulkan kekhawatiran bahwa paparan dari gelombang elektromagnetik ini dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik manusia.

 

Ada kemungkinan gangguan yang diakibatkan tersebut adalah electrical sensitivity, yang merupakan gangguan fisiologis dengan tanda dan gejala neurologis maupun kepekaan, berupa berbagai gejala dan keluhan. Gangguan ini umumnya disebabkan oleh radiasi elektromagnetik yang berasal dari jaringan listrik tegangan tinggi atau ekstra tinggi, peralatan elektronik di rumah, di kantor maupun industri. Termasuk telepon seluler (ponsel) maupun microwave oven, ternyata sangat potensial menimbulkan berbagai keluhan tersebut. Banyak kalangan mengklaim bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh alat-alat listrik dapat mengganggu kesehatan pengguna dan orang-orang yang berdiri di sekitarnya.

2. Tujuan

a. Mengetahui alat untuk mengukur radiasi elektromagnetik

b. Dapat melakukan pengukuran radiasi elektromagnetik

c. Mengetahui radiasi handphone (HP).

 

3. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah Electromagnetic Field Radiation Tester (EFRT).

4. Cara Kerja

Cara kerjanya sebagai berikut:

a. Geser tombol ke bawah untuk menghidupkan

b. Arahkan pada sumber radiasi

c. Setiap menurunkan range hasil dikali 10

5. Hasil

Hasil pengukuran radiasi pada Handphone berbagai merk:

No Merk Handphone Hasil
1. Xiaomi 0,01
2. Samsung 0,03
3. Advan 0,01
4. Oppo 0,01
5. NOKIA 0,02

6. Pembahasan

Dari hasil praktikum diperoleh radiasi yang relatif kecil pada semua merk handphone yang diukur. Hal ini membuktikan bahwa, merk handphone tersebut aman untuk digunakan karena radiasi yang ditimbulkan tidak begitu besar. Radiasi yang besar dapat merusak kesehatan bila digunakan terus menerus. Dari tabel di atas diketahui bahwa ada tiga merk handphone yang memiliki radiasi 0,01 . Untuk merk handphone lainnya memiliki radiasi sebesar 0,02  dan 0,03 .

 

Gelombang elektromagnetik dapat bersifat seperti gelombang atau seperti partikel. Gelombang, dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya panjang gelombang dan frekuensi. Jika dipertimbangkan sebagai partikel, mereka diketahui sebagai foton, dan masing-masing mempunyai energi berhubungan dengan frekuensi gelombang ditunjukan oleh hubungan Planck.

 

Radiasi elektromagnetik yang tinggi dapat mengaakibatkan berbagai penyakit, diantaranya Sperma bisa rusak atau abnormal jika terlalu sering terpapar radiasi ponsel tersebut, Wanita yang menggunakan HP ketika hamil memiliki kecenderungan bakal melahirkan anak-anak dengan masalah tingkah lakunya, dan dapat mengakibatkan bayi lahir cacat bila terpapar pada ibu hamil.

 

7. Kesimpulan

Handphone merupakan barang yang sangat penting bagi manusia.  Seiring berkembangnya zaman banyak perusahaan yang telah mengeluarkan berbagai merk handphone dengan kecanggihannya masing-masing. Radiasi yang tinggi dapat menyebabkan penyakit misalnya wanita yang menggunakan HP ketika hamil memiliki kecenderungan bakal melahirkan anak-anak dengan masalah tingkah lakunya. Untuk menghindari hal itu perlu dilakukan penanganan. Hal-hal yang dapat dilakukan misalnya menjauhkan handphone dari bagian vital misanya dekan rahim, otak dan payudara, jangan terlalu sering meletakkan handphone di saku, dan jangan meletakkan handphone dekat dengan badan ketika tidur. Dengan begitu berbagai penyakit dapat terhindar bila dapat menggunakan handphone dan menyimpannya secara aman.

8. Daftar Pustaka

Eko Rudianto, tanpa tahun, Makalah Pengaruh Radiasi Handphone terhadap Kesehatan, http://www.ekorudianto.com/search/label/Makalah%20Kesehatan, diakses 27 Desember 2016.

Ihda Rifkiya, 2013, Makalah Pengaruh Radiasi HP terhadap Kesehatan Reproduksi, http://ihdarifkiya.blogspot.co.id/2013/05/makalah-pengaruh-radiasi-hp-terhadap.html, diaskses 8 Desember 2016.

 

Laporan Praktikum Pengukuran Sinar UV

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGUKURAN RADIASI SINAR UV

                                                                 

  1. Dasar Teori

Radiasi Matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di matahari. Energi radiasi matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar infra merah.

Sinar UV yang dihasilkan matahari dapat mengubah provitamin D menjadi vitamin D pada tulang kita. Sinar UV digunakan untuk membunuh bakteri dan virus. Selain itu, sinar UV digunakan untuk menyucihamakan ruangan operasi rumah sakit serta peralatannya. Jika terlalu sering terpapar sinar UV, akann merubah warna kulit menjadi kehitaman bahkan dapat mengakibatkan kanker kulit karena radiasi yang ditimbulkan.

Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 faktor yaitu jarak matahari yaitu setiap perubahan jarak bumi dan matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan energi matahari. Intensitas radiasi matahari yaitu besar kecilnya sudut datang sinar matahari pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut datang yaitu sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar tersebut harus menempuh lapisan atmosphir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut datang yang tegak lurus, panjang hari (sun duration), yaitu jarak dan lamanya antara matahari terbit dan matahari terbenam, pengaruh atmosfer yaitu sinar yang melalui atmosfer sebagian akan diadsorbsi oleh gas-gas, debu dan uap air, dipantulkan kembali, dipancarkan dan sisanya diteruskan ke permukaan bumi.

 

2.Tujuan

a. Mengetahui alat untuk mengukur sinar UV

b. Mengetahui cara pengukuran sinar UV

c. Mengetahui intensitas cahaya yang masuk ke bumi.

 

3. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah UV Light Meter

4. Cara Kerja

Cara kerja UV Light Meter:

a. Masukkan probe ke UV Light Meter

b. Tekan tombol “power

c. Lalu tutup sensor untuk mengkalibrasi

d. Tekan range 2 (0,000)/20

e. Tekan rec selama 2 detik untuk kembali ke menu

f. Tekan hold untuk menyimpan.

5. Hasil

No Tempat Waktu UV Max UV Min
1. Depan Laboratorium Kesehatan Lingkungan

 

 

10.13 4,38 0,49
10.14 3,54 1,14
10.15 3,38 2,97
10.16 4,26 4,16
10.17 3,91 3,75
2. Laminar Flow 10.18 0,001

6. Pembahas

Dari hasil pengukuran sinar UV diperoleh hasil yang banyak. Hal ini dikarenakan pengukuran dilakukan pada siang hari yang terik, sehingga intensitas cahaya yang terpancar sangat terang. Hasil pengukuran yang paling tinggi yaitu 4,38 pada pukul 10.13 dan paling rendah pada pukul 10.15 yaitu 3,38. Sedangkan pada laminar flow diperoleh hasil 0,001. Hal ini dikaenakan laminar flow merupakan sebuah alat tertutup yang didalamnya terdapat lampu dan bukan berasal dari sinar matahari langsung. Radiasi yang dipancarkan matahari ke bumi tergantung cuaca. Apabila cuaca cerah maka radiasinya akan lebih besar dari pada cuaca mendung.

7. Kesimpulan

Radiasi matahari yang dipancarkan ke bumi tergantung oleh jarak matahari dan intensitas matahari (besar kecilnya cahaya matahari dipancarkan). Faktor cuaca juga sangat berpengaruh terhadap radiasi yang dipancarkan matahari. Apabila cuaca cerah, matahari dapat memberikan energi lebih banyak ke bumi. Tetapi apabila cuaca mendung dan berkabut, energi yang dipancarkan oleh matahari tidak sebesar energi yang dipancarkan pada keadaan normal.

8. Daftar Pustaka

Anonimous, tanpa tahun, Laporan Praktikum Radiasi Matahari Karya Tulis Ilmiah, http://www.karyatulisilmiah.com/laporan-praktikum-radiasi-matahari/, diakses 4 Januari 2017.

Chasanah, Risdiyani., Supardianningsih, dan Rinawan Abadi. 2013. Detik-detik Ujian Nasional Fisika. Klaten: Intan Pariwara.

Laporan Praktikum Pengamatan Jentik

LAPORAN PRAKTIKUM PENGAMATAN JENTIK NYAMUK

A. Dasar Teori
Nyamuk termasuk serangga (Arthropoda: Insecta. Tubuhnya terbagi tiga bagian: kaput, toraks, abdomen. Pada kepala ada bagian mulut yang proboscis yang lurus ke depan (pada Tribus Culicini dan Anphelini) atau bagian depannya melengkung ke arah perut (Tribus Megarhini), sepasang antenna, dan sepasang palpus maksilaris. Nyamuk jantan antena tipe plumose, yang betina tipe pilose. Tipe bagian mulut menusuk dan menghisap. Pada toraks melekat 3 pasang kaki, dan sepasang halter (sayap yang sangat mereduksi, bentuknya seperti halter).
Secara signifikan semua nyamuk harus melalui air dalam fase hidup mereka. Nyamuk dapat hidup hampir disegala jenis air, dari air es yang mencair sampai air buangan yang kotor. Jenis air dapat mengidentifikasi jenis jentik nyamuk yang hidup di dalamnya. Selain itu, dapat diketahui pula frekuensi nyamuk dalam bertelur (Soedarto, dkk, 1989:35).
Untuk lebih jelasnya lagi maka akan dijelaskan dalam laporan ini. Laporan ini membahas tentang jentik nyamuk dari genus Mansonia. Genus ini merupakan genus yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan genus lainnya, seperti dari genus Aedes maupun Anopheles.

B. Tujuan
1.Dapat melakukan pengambilan berbagai jentik di tempat yang berbeda

2. Mengetahui alat yang digunakan untuk identifikasi jentik

3. Dapat melakukan identifikasi jentik dengan mikroskop.

C. Alat dan Bahan
1. Mikroskop trinokuler
2. Mosquito breder
3. Dipper
4. Pipet

D. Cara Kerja
1. Cara pengambilan jetik nyamuk:
Bawalah dipper, pipet jentik, dan mosquito breeder ke tempat pengambilan jentik
Ambilah jentik dengan dipper atau dengan pipet jentik
Masukkan ke dalam mosquito breeder

2. Cara melakukan identifikasi jentik:
Ambilah jentik dari dalam mosquito breeder dengan pipet jentik
Letakkan di atas kaca sediaan lalu tutup dengan kaca penutup
Siapkan mikroskop yang akan digunakan
Setelah siap, letakkan kaca sediaan di meja preparat
Amatilah dengan lensa okuler
Gambarlah hasil yang terlihat.

E. Hasil

IMG-20170603-WA0007

F. Pembahasan
Nyamuk mansonia hidup secara nocturnal berada di wilayah hutan dan rawa endemik, lingkungan kotor dan area peternakan ikan yang tidak terpakai. Maka dari itu siklus hidupnya dari mulai bertelur sampai menjadi dewasa berada pada tempat-tempat tersebut. Pada laporan ini dibahas mengenai jentik dari nyamuk mansonia yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Bentuk shiponnya seperti tanduk
2. Letak shiponnya berada di ujung yang berupa duri
3. Jentik nyamuk mansonia menempel pada akar tumbuhan air
4. Pada bagian torakss terdapat stoot spine
5. Posisi saat istirahat membentuk sudut sama dengan permukaan air.

Diketahui bahwa nyamuk mansonia hidup diberbagai tempat yang kebanyakan terdapat air sehingga dapat mempengaruhi jenis nyamuk yang akan tumbuh. Karena sebelum menjadi nyamuk dewasa terlebih dahulu menjadi telu-larva-pupa baru kemudian menjadi nyamuk dewasa.

G. Kesimpulan
Nyamuk merupakan hewan yang bermetamorfosis sempurna. Fase tersebut yaitu telur-larva-pupa-dewasa. Masing-masing fase memiliki waktu dan ciri-ciri tersendiri. Pada laporan ini dijelaskan mengenai genus Mansonia yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan genus yang lain. Berlainnya ciri-ciri genus menandakan karakteristik yang berbeda dengan genus yang lain.

H. Daftar Pustaka
Aeni, Nur. 2016. Laporan Survey Jentik Nyamuk Non Aedes. http://nuraeni068.blogspot.co.id/2016/01/laporan-praktikum-vektor-b-survey_7.html. Diakses 03 Juni 2016.
Fahmi, Nurul. 2015. Makalah Nyamuk Mansonia. Nurulfahmikesling.blogspot.co.id/2015/12/makalah-nyamuk-mansonia.html?m=1. Diakses 05 Juni 2017.
Maulidyah, Aliyana. Tanpa tahun. Nyamuk Mansonia. https://id.scribd.com/mobile/doc/308716775/Nyamuk-Mansonia. diakses 05 Juni 2017.

Laporan Pengenalan Mikroskop

LAPORAN PRAKTIKUM PENGENALAN MIKROSKOP

 A. Dasar Teori

Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata (Anonim 2005: 3).

Mikroskop terbagi dua mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop elektron yaitu mikroskop yang mampu membesarkan preparat terperinci dengan kuasa gandaan yang tinggi disebabkan penggunaan elektron dan bukannya cahaya untuk menyebar merata, pembesaran sehingga 500,000 kali ganda. Mikroskop elektron pertama ditemukan oleh Ernst Ruska dan Max Knoll pada tahun 1931. Mikroskop elektron ini telah dikembangkan sejak 1950-an dan mendapatkan kemajuan besar dalam bidang Sains. Kelebihan pancaran elektron adalah ia mempunyai jarak gelombang lebih kecil, yang menghasilkan resolusi lebih tinggi ukuran betapa hampir dua benda boleh mendekati sebelum dilihat sebagai satu (Yekti 1994: 21).

Mikroskop pada prinsipnya adalah alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar,yang disebut gagang putar (Volk1984: 1).

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop  cahaya  dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler  merupakan  mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler.   Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang  dilakukan,  mikroskop  dibagi menjadi  2  bagian,  yaitu  mikroskop sederhana  dan  mikroskop  riset   (Suwasono, 1987).

B. Tujuan

  1. Mengetahui bagian-bagian mikroskop
  2. Mengetahui fungsi bagian-bagian mikroskop
  3. Mengetahui cara menggunakan mikroskop.

C. Hasil

gambar mikroskop dan bagian-bagiannya

 

No Nama Bagian Fungsi
1. Lensa okuler Berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, diperbesar dari lensa objektif.
2. Lensa objektif Berfungsi untuk membentuk bayangan nyata, terbalik, diperbesar.
3. Tabung mikroskop Berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif.
4. Makrometer skrup atau pemutar kasar Berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara cepat.
5. Mikrometer skrup atau pemutar halus Berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung secaraa lambat.
6. Revolver Berfungsi untuk memperbesar/memperkecil lensa objektif dengan cara memutar.
7. Diafragma Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
8. Kondensor Berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dengan cara menaikkan atau menurunkan.
9. Meja mikroskop Berfungsi untuk meletakkan objek.
10. Penjepit Berfungsi untuk menjepit kaca objek.
11. Lengan Mikroskop Berfungsi sebagai pegangan saat dibawa.
12. Kaki mikroskop atau statif Berfungsi untuk menyangga mikroskop.
13. Tombol power Berfungsi untuk mengidupkan atau mematikan mikroskop.
14. Reflektor atau cermin Berfungsi memantulkan cahaya dari cermin ke objek yang diamati melewati lubang yang ada di meja objek.
15. Sendi Inlkinasi Berfungsi untuk mengatur sudut tegaknya mikroskop.

D. Pembahasan

  1. Lensa okuler

Lensa okuler merupakan lensa yang dekat dengan mata. Digunakan untuk melihat objek. Cara penggunaannya cukup dekatkan mata ke lensa okuler kemudian akan terlihat objek apa yang ada di meja mikroskop.

  1. Lensa objektif

Lensa objektif merupakan lensa yang dekat dengan objek dan menghadap ke preparat.

  1. Tabung mikroskop

Tabung mikroskop merupakan bagian yang menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif.

  1. Makrometer skrup atau pemutar kasar

Makrometer merupakan pemutar yang berbentuk besar, biasanya terletak di bagian samping. Cara penggunaannya cukup diputar.

  1. Mikrometer skrup atau pemutar halus

Makrometer merupakan pemutar yang berbentuk kecil, biasanya terletak di bagian samping. Cara penggunaannya cukup diputar.

  1. Revolver

Alat ini merupakan tempat diletakannya lensa objektif. Alat ini juga bisa diputar-putar sesuai keinginan untuk mendapatkan bayangan dari lensa objektif yang besar dan tepat.

  1. Diafragma

Tempat untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

  1. Kondensor

Kondensor merupakan alat yang dapat dinaikkan atau diturunkan. Kondensor terdiri dari diafragma dan filter. Filter merupakan kaca biru untuk menyaring sinar yang masuk ke lensa. Filter digunakan apabila sumber cahaya adalah lampu listrik.

  1. Meja mikroskop

Tempat ini berfungsi untuk meletakan preparat yang akan kita amati. Bagian meja ini tengahnya terdapat lubang yang berfungsi sebagai masuknya cahaya dari kondensor yang menyinari preparat. Dilengkapi dengan peranjak dan penjepit preparat untuk menggeser ke kanan dan ke kiri serta ke depan dan ke belakang.

  1. Penjepit

Penjepit ini terbuat dari besi untuk menjepit preparat agar tidak bergeser.

  1. Lengan mikroskop

Berbentuk lengkung untuk memudahkan ketika dibawa. Pada bagian ini merupakan pemegang tubus dan tempat menempel meja benda, padanya juga terdapat mikro dan makrometer skrup, pada bagian ini mikroskop boleh di pegang untuk diangkat.

  1. Statif atau kaki mikroskop

Penyangga ini fungsinya untuk menghubungkan bagian dasar dengan pegangan mikroskop.

  1. Tombol power

Tombol yang ditekan sebelum mikroskop digunakan. Tombol ini mengatur semua bagian mikroskop. Biasanya terletak di samping bawah.

  1. Reflektor atau cermin

Reflektor terdiri dari dua jenis cermin, yaitu cermin datar dan cermin cekung. Cermin datar digunakan saat cahaya yang dibutuhkan terpenuhi, sedangkan cermin cekung digunakan saat kondisi kurang cahaya. Cermin cekung berfungsi mengumpulkan cahaya.

  1. Sendi inklinasiatau pengatur sudut

Alat atau bagian dari mikroskop yang berfungsi untuk mengatur sudut tegaknya mikroskop.

E. Kesimpulan

Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Mikroskop terbagi dua mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Perbesaran mikroskop elektron lebih baik dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop memiliki bagian-bagian, yaitu lensa okuler, lensa objektif, tabung mikroskop, makrometer skrup, mikrometer skrup, revolver, diafragma, kondensor, meja mikroskop, penjepit, lengan mikroskop, statif atau kaki, tombol power, reflektor atau cermin, dan sendi inklinasi.

F. Daftar pustaka

Anonimous, 2013, Laporan Praktikum Biologi Pengenalan Mikroskop, http://nidzu.blogspot.co.id/2013/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html, 6 Desember 2016.

Anonimous, tanpa tahun, Bagian-bagian Mikroskop Fungsi dan Cara Menggunakannya, http://www.pakmono.com/2015/12/bagian-bagian-mikroskop-fungsi-dan-cara.html, diakses 27 Desember 2016.

Volk dan Wheeler. 1984. Mikrobiologi Dasar Edisi Kelima Jilid I. Jakarta:Erlangga.

http://www.ebiologi.com/2015/07/14-bagian-bagian-mikroskop-dan-fungsinya.html

 

Laporan Praktikum Kimling

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN SALINITAS

A. Dasar Teori

Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut brine (Djoko, 2011).

Menurut Stewart, Salinitas merupakan parameter yang digunakan dalam pengkajian oseanografi. Salinitas juga sangat membantu dalam mempelajari gerak masssa air, karena hal ini berhubungan dengan pencampuran. Konsentrasi garam terlarut dalam air laut sebagian besar berupa ion klorida, natrium, sulfat, magnesium, kalsium, kalium, bikarbonat, bromida, borat, stronsium dan florida. Semuanya memiliki komposisi yang relatif tetap di lautan tanpa berkurang hanya berubah bentuk.

B. Tujuan

  1. Mengatahui alat untuk mengukur salinitas
  2. Dapat menggunakan alat pengukur salinitas
  3. Mengetahui hasil pengukuran salinitas.

C. Alat dan Bahan

Alat:

  1. Refraktometer
  2. Neraca analitik
  3. Pipet tetes
  4. Gelas beker

Bahan :

  1. Air aquades
  2. Garam
  3. Air kran

D.Cara Kerja

  1. Buatlah larutan garam dengan air aquades 100 ml dengan
  2. 2 gram garam
  3. 5 gram garam
  4. 10 gram garam
  5. Kemudian ambil larutan dengan pipet tetes
  6. Teteskan pada refraktometer, kemudian tutup
  7. Arahkan pada cahaya
  8. Lalu hitung berapa salinitasnya

E. Hasil

Hasil Pengukuran Salinitas:

No Konsentrasi Salinitas
1. 2 gram 1,4 %
2. 5 gram 4 %
3. 10 gram 7,9 %
4. Air Kran 0 %

F. Pembahasan

Dari hasil praktikum diperoleh hasil yang berbeda-beda tergantung konsentrasi garam pada sampel larutannya. Untuk larutan dengan 2 gram garam diperoleh salinitas 1,4 %. Hal ini dikarenakan hanya sedikit garam yang dilarutkan dalam sampel. Larutan dengan 5 gram garam menghasilkan salinitas 4 %. Hasil ini lebih banyak dari sampel larutan 2 gram garam. Larutan dengan 10 gram garam tentu memiliki salinitas yang paling tinggi di antara  sampel larutan lainnya, hal ini karena konsentrasi garam yang dilarutkan paling banyak diantara yang lain. Selain itu, konsetrasi garam yang banyak juga mempunyai konduktivitas yang tinggi karena banyaknya ion-ion di dalamnya. Sementara air kran tidak memiliki salinitas. Hal ini menandakan bahwa air kran termasuk air tawar yang tidak mengandung garam. Jadi, air ini boleh untuk dikonsumsi, tetapi harus dimasak terlebih dahulu.

G. Kesimpulan

Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam yang terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Salinitas juga sangat membantu dalam mempelajari gerak masssa air, karena hal ini berhubungan dengan pencampuran. Salinitas tinggi apabila garam yang terkandung di dalamnya juga tinggi. Salinitas tidak hanya pada air laut saja. Tetapi, air tawar yang diberi garam walaupun sedikit juga akan mempunyai salinitas. Titik salinitas air tawar yang diberi garam berbeda-beda tergantung banyaknya garam yang dimasukkan ke dalamnya. Sedangkan air tawar yang tidak ada garam didalamnya tidak memiliki salinitas.

H. Daftar Pustaka

Destri Rifki Arifelia, 2012, Laporan Salinitas, http://darifelia.blogspot.co.id/, diakses 26 Desember 2016.

Djoko, Ridwan. 2004. Laut Nusantara. Jakarta : Djambatan.

Ridho Anzari, 2013, Laporan Salinitas Praktikum Pengantar Oseanografi, http://ridhoanzari.blogspot.co.id/2013/10/laporan-salinitas-praktikum-pengantar.html, diakses 16 Desember 2016.