Makalah Arsen

BAB I

PENDAHULUA

 A. Latar Belakang

Arsen (As) merupakan bahan kimia beracun yang secara alami ada di alam. Selain dapat ditemukan di udara, air maupun makanan, arsen juga dapat ditemukan di industri seperti industri pestisida, proses pengecoran logam maupun pusat tenaga geotermal. Elemen yang mengandung arsen dalam jumlah sedikit atau komponen arsen organik (biasanya ditemukan pada produk laut seperti ikan laut) biasanya tidak beracun (tidak toksik).

Arsen dapat dalam bentuk ion organik bervalensi tiga dan bervalensi lima. Bentuk ion organik arsen bervalensi tiga adalah Arsenik trioksid, Sodium arsenik, dan Arsenik triklorida, sedangkan  bentuk ion organik arsen bervalensi lima adalah Arsenik pentosida, Asam arsenik, dan Arsenat (Pb arsenat, Ca arsenat). Arsen bervalensi tiga (trioksid) merupakan bahan kimia yang cukup potensial untuk menimbulkan terjadinya  keracunan akut.

Arsen (As) adalah salah satu logam toksik yang sering diklasifikasikan sebagai logam, Tetapi lebih bersifat nonlogam. Tidak seperti logam lain yang membentuk kation, Arsen (As) dialam berbentuk anion, seperti H2AsO(Ismunandar, 2004). Arsen (As) tidak rusak oleh lingkungan, hanya berpindah menuju air atau tanah yang dibawa oleh debu, hujan, atau awan. Beberapa senyawa Arsen (As) tidak bisa larut di perairan dan akhirnya akan mengendap di sedimen. Senyawa arsen pada awalnya digunakan sebagai pestisida dan hibrisida, sebelum senyawa organic ditemukan, dan sebagai pengawet kayu (Copper Chromated Arsenic (CCA)).

Arsen (As) di alam ditemukan berupa mineral, antara lain arsenopirit, nikolit, orpiment, enargit, dan lain-lain. Demi keperluan industry mineral, Arsen (As) dipanaskan terlebih dahulu sehingga As berkondensasi menjadi bentuk padat.

Arsen (As) berasal dari kerak bumi yang bila dilepaskan ke udara sebagai hasil sampingan dari aktivitas peleburuan bijih baruan, Arsen (As) dalam tanah berupa bijih, yaitu arsenopirit dan orpiment, yang pada akhirnya bisa mencemari air tanah. Arsen (As) merupakan unsur kerak bumi yang berjumah besar, yaitu menempati urutan keduapuluh dari unsure kerak bumi, sehingga sangat besar kemungkinannya mencemari air tanah dan air minum. Jutaan manusia bisa terpapar Arsen (As), seperti yang pernah terjadi di Bangladesh, India, Cina. Semua batuan mengandung Arsen (As) 1-5 ppm. Kosentrasi yang lebih tinggi ditemukan pada batuan beku dan sedimen. Tanah hasil pelapukan batuan biasanya mengandung Arsen (As) sebesar 0,1–40 ppm dengan rata-rata 5-6 ppm.

Pada penelitian yang dilakukan di USA tahun 1964 ditemukan kadar tahunan arsen di udara sekitar industri pengecoran logam berkisar antara 0,01  – 0,75 ug / m3, namun di dekat cerobong asap kadarnya melebihi 1 ug / m3.  Kadar arsen dalam air minum di berbagai negara sangat bervariasi. Kadar arsen dalam air minum di USA kurang dari 0,01 – 0,05 mg / L, di Jepang  sekitar 1,7 mg / L, di Taiwan (sumur artesis) sekitar 1,8 mg / L, sedangkan di Cordoba (Argentina) sekitar 3,4 mg / L.
Di USA,  makanan dan buah-buahan yang dikonsumsi setiap hari mengandung sekitar 0,04 mg As. Makanan produk laut yang dikonsumsi harian mengandung 0,02 mg As. Normal, manusia setiap harinya mengkonsumsi 0,03 mg  arsen.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat diketahui rumusan masalahnya sebagai berikut:

  1. Apa nama dan rumus kimia arsen?
  2. Bagaimana sumber pencemaran atau sumber ditemukannya arsen?
  3. Bagaimana karakteristik arsen?
  4. Bagaimana klasifikasi arsen?
  5. Apa saja penyakit yang dapat ditimbulkan akibat arsen?

C. Tujuan Penulisan

Dari rumusan masalah dapat diketahui tujuan penulisannya sebagai berikut:

  1. Dapat mengetahui apa nama dan rumus kimia arsen
  2. Dapat mengetahui sumber pencemaran atau sumber ditemukannya arsen
  3. Dapat mengetahui karakteristik arsen
  4. Dapat mengetahui klasifikasi arsen
  5. Dapat mengetahui penyakit yang timbul akibat arsen.

D. Manfaat Penulisan

  1. Dapat menambah wawasan mengenai salah satu zat toksik yaitu arsen
  2. Meningkatkan rasa ingin tahu dengan selalu mencari dan membaca tentang zat toksik
  3. Memperoleh ilmu mengenai karakteristik arsen, rumus kimia arsen, dan penyakit yang dapat ditimbulkan.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 A. Nama dan Rumus Kimia Arsen

Kata arsenik dipinjam dari bahasa Persia زرنيخ Zarnik yang berarti “orpimen kuning”. Zarnik dipinjam dalam bahasa Yunani sebagai arsenikon. Arsenik dikenal dan digunakan di Persia dan di banyak tempat lainnya sejak zaman dahulu. Arsen (As) adalah suatu unsur kimia metaloid (semilogam) golongan VA dengan nomor atom 33. Arsen berwujud bubuk putih, tanpa warna dan bau. Nama arsenik sendiri pertama kali berasal dari bahasa Persia zarnig dan bahasa Yunani arsenikon yang artinya kuning. Arsen merupakan bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik, yaitu kuning, hitam dan abu-abu.

Arsen biasa ditemukan di dalam kerak bumi yaitu pada batuan sedimen dan beku yang terdistribusi sebagai mineral. Kadar arsen tertinggi dalam bentuk arsenida dari timah hitam, perak dan bentuk sulfida dari emas. Mineral lain yang mengandung arsen adalah arsenopirit (FeAsS), realgar (As4S4), dan orpiment (As2S3). Kandungan arsen di bumi antara 1,5-2 mg/kg (NAS, 1977). Tanah yang tidak terkontaminasi arsen ditemukan mengandung kadar As antara 0,240 mg/kg, sedang yang terkontaminasi kadarnya lebih dari 550 mg/kg (Walsh & Keeney, 1975). Keberadaan arsen dalam tanah mampu menular pada tanaman. Ada tidaknya arsen dalam tanaman digunakan sebagai indikator kandungan arsen dalam tanah.

B. Sumber Pencemaran Arsen

Pembakaran batubara dan pelelehan logam merupakan sumber utama pencemaran arsen dalam udara. Pencemaran arsen terdapat di sekitar pelelehan logam (tembaga dan timah hitam). Arsen merupakan salah satu hasil sampingan dari proses pengolahan bijih logam non-besi terutama emas, yang mempunyai sifat sangat beracun. Ketika tailing dari suatu kegiatan pertambangan dibuang di dataran atau badan air, limbah unsur pencemar kemungkinan tersebar di sekitar wilayah tersebut dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Bahaya pencemaran lingkungan ini terbentuk jika tailing yang mengandung unsur tersebut tidak ditangani secara tepat.
Tingginya tingkat pelapukan kimiawi dan aktivitas biokimia pada wilayah tropis, akan menunjang percepatan mobilisasi unsur-unsur berpotensi racun. Selanjutnya dapat memasuki sistem air permukaan atau merembes ke dalam akifer-akifer air tanah setempat. Ini terjadi di negara-negara yang memproduksi emas dan logam dasar.

Sumber pencemaran arsen juga dapat berasal dari:

  1. Pembakaran kayu yang diawetkan oleh senyawa arsen pentavalen, dapat menaikkan kadar arsen di udara
  2. Pusat listrik tenaga panas bumi (geothermal) yang dapat menyebabkan kontaminasi arsen pada udara ambient
  3. Pupuk yang di dalamnya mengandung arsen.

Arsen di atmosfer berasal dari berbagai sumber. Gunung berapi melepaskan sekitar 3000 ton per tahun dan mikroorganisme melepaskan methylarsines stabil dengan  volume sekitarr 20.000 ton per tahun. Hanya saja, aktivitas manusia bertanggung jawab untuk pelepasan lebih dari 80.000 ton arsenik per tahunnakibat pembakaran bahan bakar fosil.

Meskipun dikenal sebagai racun mematikan, arsenik merupakan elemen terpenting pada beberapa jenis hewan dan bahkan manusia, meskipun asupan yang diperlukan hanya 0,01 mg/hari. Arsenik secara alami merupakan unsur yang bersifat mobile, artinya konsentrasi besar mungkin tidak ditemukan pada suatu tempat. Namun, karena kegiatan manusia terutama melalui pertambangan dan peleburan, arsenik alami yang tidak mobile ditemukan di lebih banyak tempat.

Kebanyakan arsenik ditemukan berikatan dengan sulfur dalam mineral seperti arsenopirit (AsFeS), realgar, orpiment, dan enargite. Tidak ada bijih arsenik yang ditambang, karena unsur ini umumnya diproduksi sebagai produk sampingan pemurnian bijih logam lainnya, seperti tembaga dan timah. China adalah negara pengekspor utama arsenik, diikuti oleh Chili dan Mexico.

C. Karakteristik Arsen

Arsen merupakan bahan metaloid yang memiliki tiga bentuk alotropik, yaitu kuning, hitam dan abu-abu. Arsen berwarna abu-abu, namun bentuk ini jarang ada di lingkungan. Arsen di air di temukan dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain. Arsen secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan fosfor, dan sering dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun. Ketika dipanaskan, arsen akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsen, yang berbau seperti bau bawang putih. Arsen dan beberapa senyawa arsen juga dapat langsung tersublimasi, berubah dari padat menjadi gas tanpa menjadi cairan terlebih dahulu. Zat dasar arsen ditemukan dalam dua bentuk padat yang berwarna kuning dan metalik, dengan berat jenis 1,97 gr/ml dan 5,73 gr/ml.

Berikut adalah fakta singkat mengenai arsen:

  1. Nomor atom : 33
  2. Massa atom : 74,9216 g/mol
  3. Elektronegativitas menurut Pauling : 2,0
  4. Massa jenis : 5,78 g/cm3
  5. Kepadatan : 5,7 g/cm3 pada 140C
  6. Titik lebur : 8140C (36 atm)
  7. Titik didih : 6150C
  8. Radius venderwaals : 0,139 nm
  9. Radius ionik : 0,222 nm (-2) 0,047 nm (+5)                                 0,058 (+3)
  10. Isotop : 8
  11. Energi ionisasi pertama : 947 kJ/mol
  12. Energi ionisasi kedua : 1798 kJ/mol
  13. Energi ionisasi ketiga : 2736 kJ/mol
  14. Potensial standar : -0,3 V (As3+ /As)
  15. Ditemukan oleh : orang zaman dahulu

Arsen dapat terbentuk sebagai unsur semi logam (As0) dan sebagai senyawa arsenat (As5+), arsenit (As3+), atau arsin (As3-). Karakter kimia arsen didominasi fakta bahwa arsen merupakan senyawa yang labil, bilangan oksidasi atau bentuk senyawa kimianya mudah berubah, baik melalui reaksi kimia maupun biologi yang umum terjadi di lingkungan.

D. Klasifikasi

Arsen merupakan unsur semi logam yang biasanya bersifat semi konduktor. Hal ini berarti arsen tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik pada suhu yang rendah tetapi sifat hantaran listriknya menjadi lebih baik ketika suhunya tinggi.

Arsen di alam berada dalam bentuk Inorganik dan organik. Penjelasannya sebagai berikut:

  1. Arsen Inorganik

Sebagian besar arsen di alam merupakan bentuk senyawa dasar yang berupa substansi inorganik. Arsen inorganik dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan dapat terpapar pada manusia. Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (1975), arsen inorganik dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan kronis, terutama kanker.
Senyawa Arsen dengan oksigen, klorin atau belerang dikenal sebagai arsen inorganik. Arsen trioksida (As2O3 atau As4O6) dan arsenat/arsenit merupakan bentuk arsen inorganik berbahaya bagi kesehatan manusia. Pada suhu di atas 1.073°C senyawa arsen trioksida dapat dihasilkan dari hasil samping produksi tembaga dan pembakaran batubara. Arsen trioksida mempunyai titik didih 465°C dan akan menyublim pada suhu lebih rendah. Kelarutan arsen trioksida dalam air rendah, kira-kira 2% pada suhu 25°C dan 8,2% pada suhu 98°C. Sedikit larut dalam asam membentuk asam arsenide (H3As03). Arsen trioksida sangat cepat larut dalam asam khlorida dan alkalis.

 

  1. Arsen Organik

Senyawa dengan karbon dan Hidrogen dikenal sebagai Arsen Organik. Arsen bentuk organik yang terakumulasi pada ikan dan kerang-kerangan, yaitu arsenobetaine dan arsenokolin mempunyai sifat nontoksik. Sebagaimana diketahui bahwa arsen inorganik lebih beracun dari pada arsen organik. Senyawa arsen organik sangat jarang dan mahal. Ikatan karbon-arsen sangat stabil pada kondisi pH Iingkungan dan berpotensi teroksidasi. Di dalam air senyawa ini bisa teroksidasi menjadi methylarsenic acid Senyawa arsen organik lainnya seperti : arsenobetaime dan arsenocho/ine bisa ditemukan pada kehidupan laut dan sangat tahan terhadap degradasi secara kimiawi.

Berbagai macam senyawa arsen adalah sebagai berikut:

  1. Asam arsenat (H3AsO4)
  2. Asam arsenit (H3AsO3)
  3. Arsen trioksida (As2O3)
  4. Arsin (Arsen Trihidrida AsH3)
  5. Kadmium arsenida (Cd3As2)
  6. Galium arsenida (GaAs)
  7. Timbal biarsenat (PbHAsO4)

E. Penyakit Akibat Arsen

Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan air, tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya. WHO menetapkan ambang aman tertinggi arsen dalam air tanah sebesar 50 ppb. Air tanah biasa digunakan sebagai sumber air minum bagi kelangsungan hidup manusia. Salah satu akibat yang merugikan dari arsen adalah apabila dalam air minum mengandung unsur arsen melebihi nilai ambang batas, yaitu bila kadarnya melebihi 100 ppb dalam air minum. Gejala keracunan kronis yang ditimbulkannya pada tubuh manusia berupa iritasi usus, kerusakan syaraf dan sel, kelainan kulit atau melanoma serta kanker usus. Arsen inorganik telah dikenal sebagai racun manusia sejak lama, yang dapat mengakibatkan kematian. Dosis rendah akan mengakibatkan kerusakan jaringan. Bila melalui mulut, pada umumnya efek yang timbul adalah iritasi saluran makanan, nyeri, mual, muntah dan diare. Selain itu mengakibatkan penurunan pembentukan sel darah merah dan putih, gangguan fungsi jantung, kerusakan pembuluh darah, luka di hati dan ginjal. Berikut ini adalah implikasi klinik akibat tercemar oleh arsen:

  1. Mata

Efek Arsenic terhadap mata adalah gangguan penglihatan dan kontraksi mata pada bagian perifer sehingga mengganggu daya pandang (visual fields) mata.

  1. Kulit

Adanya kulit yang berwarna gelap (hiperpigmentasi), penebalan kulit (hiperkeratosis), timbul seperti bubul (clavus), infeksi kulit (dermatitis) dan mempunyai efek pencetus kanker (carcinogenic).

  1. Darah

Efeknya menyebabkan kegagalan fungsi sungsum tulang dan terjadinya pancytopenia (yaitu menurunnya jumlah sel darah perifer).

  1. Liver
    Paparan arsen yang cukup lama (paparan kronis) pada liver akan menyebabkan efek yang signifikan, berupa meningkatnya aktifitas enzim pada liver (enzim SGOT, SGPT, gamma GT), ichterus (penyakit kuning), liver cirrhosis (jaringan hati berubah menjadi jaringan ikat dan ascites (tertimbunnya cairan dalam ruang perut).
  2. Ginjal
    Arsen akan menyebabkan kerusakan ginjal berupa renal damage (terjadi ichemia dan kerusakan jaringan).
  3. Saluran pernapasan

Paparan arsen pada saluran pernafasan akan menyebabkan timbulnya laryngitis (infeksi laryng), bronchitis (infeksi bronchus) dan dapat pula menyebabkan kanker paru.

  1. Pembuluh darah

Logam berat Arsen dapat menganggu fungsi pembuluh darah, sehingga dapat mengakibatkan penyakit arteriosclerosis (rusaknya pembuluh darah), portal hypertention (hipertensi oleh karena faktor pembuluh darah potal), oedema paru dan penyakit pembuluh darah perifer (varises, penyakit bu rger).

  1. Sistem Reproduksi

Efek arsen terhadap fungsi reproduksi biasanya fatal dan dapat pula berupa cacat bayi waktu dilahirkan, lazim disebut effek malformasi.

  1. Sistem Immunologi

Efek pada sistem immunologi, terjadi penurunan daya tahan tubuh/ penurunan kekebalan, akibatnya peka terhadap bahan karsinogen (pencetus kanker) dan infeksi virus.

  1. Sistem Sel

Efek terhadap sel mengakibatkan rusaknya mitokondria dalam inti sel sehingga menyebabkan turunnya energi sel dan sel dapat mati.

  1. Gastrointestinal (Saluran Pencernaan)

Arsen akan menyebabkan perasaan mual dan muntah, serta nyeri perut, mual (nausea) dan muntah (vomiting).

Efek yang ditimbulkan dari arsen bervariasi dari pusing hingga kematian tergantung kadar arsen yang masuk ke dalam tubuh. Keberadaan arsen dalam jumlah banyak dapat menimbulkan keracunan. Bentuknya yang berupa bubuk tidak berasa dan tidak berbau membuat arsen tidak mudah dikenali saat dicampurkan ke dalam makanan. Orang yang keracunan arsen akan menderita mual dan muntah hebat, rasa nyeri pada organ dalam secara tiba-tiba, dehidrasi akut dan lemas. Saat masuk pencernaan, arsen terdeteksi sebagai benda asing berbahaya, sehingga menyebabkan kerja organ dalam semakin berat. Akibatnya tubuh akan mengalami dehidrasi. Dehidrasi akut inilah yang dapat menyebabkan kematian. Orang awam akan mengira orang yang keracunan arsen menderita muntaber biasa atau kolera. Hal ini dikarenakan gejala yang ditunjukkan sama. Namun, dalam hitungan jam efek yang ditimbulkan akan semakin parah berbahaya hingga terjadi kematian.

Selain merugikan kesehatan, arsen juga berperan dalam pembuatanberbagai obat, seperti: arsphenamine sebagai obat sifilis, arsenat trioksida untuk terapi kanker, fowlers solution untuk pengobatan penyakit psoriasis. Arsen juga digunakan sebagai komponen pengobatan penyakit yang disebabkan oleh parasit dan pembuatan obat doping (doping agent).

F. Penanganan Arsen

Dampak pencemaran terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena arsen, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut. Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Ada beberapa langkah penangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran khususnya tanah.  Diantaranya adalah:

  1. Remidiasi

Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi. Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.

  1. Bioremediasi

Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah denga menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air.

G. Manfaat Senyawa Arsen

Logam arsenik biasanya digunakan sebagai bahan campuran untuk mengeraskan logam lain misalnya mengeraskan Pb di pabrik aki atau melapisi kabel. Arsenik trioksid dan arsenik pentoksid biasanya dipakai di pabrik kalsium, tembaga dan pestisida . Komponen arsenik seringkali pula dipakai pula untuk memberi warna (pigmen) dan agen pemurni dalam pabrik gelas, sebagai bahan pengawet dalam penyamakan atau pengawet kapas, ataupun sebagai herbisida. Bahan kimia copper acetoarsenit terkenal sebagai bahan pengawet kayu. Bahan arsenilik digunakan dalam obat-obatan hewan maupun bahan tambahan makanan hewan. Gas arsen dan komponen arsenik lainnya seringkali digunakan dalam industri mikroelektronik dan industri bahan gallium arsenide.

 

 

BAB III

PENUTUP

 A. Kesimpulan

Arsen (As) merupakan bahan kimia beracun yang secara alami ada di alam. Arsen (As) berasal dari kerak bumi yang bila dilepaskan ke udara sebagai hasil sampingan dari aktivitas peleburuan bijih baruan, Arsen (As) dalam tanah berupa bijih, yaitu arsenopirit dan orpiment, yang pada akhirnya bisa mencemari air tanah. Arsen dapat terbentuk sebagai unsur semi logam (As0) dan sebagai senyawa arsenat (As5+), arsenit (As3+), atau arsin (As3-). Karakter kimia arsen didominasi fakta bahwa arsen merupakan senyawa yang labil, bilangan oksidasi atau bentuk senyawa kimianya mudah berubah, baik melalui reaksi kimia maupun biologi yang umum terjadi di lingkungan.

B. Saran

Perlu  dilakukan penyeuluhan kepada masyarakat agar lebih tahu mengenai zat-zat toksik. Hal ini dapat meminimalisir terjadinya keracuna dari zat-zat tersebut.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonimous. Tanpa tahun. Arsenik (As) Fakta, Sifat, Kegunaan, efek Kesehatannya.

https://www.amazine.co/28324/arsenik-as-fakta-sifat-kegunaan-efek-kesehatannya/. Diakses 19 Oktober 2017.

Anonimous. 2010. Arsen Rajanya Racun Racunnya para Raja. https://celoteh-ai.blogspot.co.id/2010/11/arsen-rajanya-racun-racunnya-para-raja.html?m=1. Diakses 19 Oktober 2017.

Anonimous. 2011. Arsen. https://feviliansari.wordpress.com/2011/07/07/arsen/. Diakses 20 Oktober 2017.

Lala Ikrima, Faraht. 2012. Makalah Toksikologi Arsen (As). http://tralalaikrima.blogspot.co.id/2012/04/makalah-toksikologi-arsen-as.html. Diakses 20 Oktober 2017.

Mukono. 2009. ARSEN (As) , Dampak Terhadap Kesehatan serta Penanggulangannya ( Prof. Dr.dr.H.J.MUKONO,MS.,MPH.). http://mukono.blog.unair.ac.id/2009/09/09/arsen-as-dampak-terhadap-kesehatan-serta-penanggulangannya-prof-drdrhjmukonomsmph/. Diakses 20 Oktober 2017.

Nurjayanti, Yanti. Tanpa tahun. Jenis Penyakit Akibat Paparan Arsen. http://askep33.com/?p=10809&preview=true. Diakses 20 Oktober 2017.

 

Iklan

Dosen Politeknik Banjarnegara Raih Best Oral Presenter dalam Konferensi Internasional

oleh dalam Berita— 17 Oct, 2017

Dosen Program Studi Kebidanan Politeknik Banjarnegara, Dian Nirmala Sari, S.SiT berhasil meraih Best Oral Presenter atau penyaji terbaik dalam 2nd Internasional Conference on Applied Science and Health (ICASH) yang mengambil tema Developing Science and Technology to Improve Health and Well-being. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mahidol University, Thailand, 29 September lalu.

ICASH merupakan sebuah konferensi gabungan antara Politeknik Kesehatan Semarang dan Fakultas Pascasarjana Mahidol Univesity-Thailand, diselenggarakan oleh Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand, yang dikenal secara internasional sebagai Aliansi Cendekiawan Indonesia (InSchooL). “Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kerjasama internasional dalam bidang pendidikan dan kesehatan,” kata Dian.

Dalam kegiatan tersebut, Dian mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Correlation between Prenatal Yoga and Delivery Process Among Mothers in Independent Midwife Clinic Harti Mustaqim Sumowono, Semarang, Indonesia”.

Menurutnya, ICASH merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan berbagai hasil penelitian dan temuan dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat seperti faktor penyakit, epidemiologi, promosi kesehatan, kebijakan kesehatan, gizi, kesehatan dan keselamatan lingkungan, keperawatan dan kebidanan, dan ilmu lainnya yang terkait dengan pembangunan kesehatan.

Berbagai negara yang terlibat dalam kegiatan tersebut diantaranya Canada, Filipina, Thailand, Indonesia serta beberapa negara di kawasan Afrika. “Presentasi hasil penelitian dan artikel dari masing-masing negara, bisa dijadikan tinjauan situasi dan kondisi kesehatan terkini untuk selanjutnya dijadikan bahan masukan dalam merancang program kesehatan di masa depan,” katanya.

Sementara itu, penyaji makalah lainnya dari Politeknik Banjarnegara yaitu Umi Nur Fajri dengan judul penelitian  “The Correlation between Age at Fist Marriage and Visual Inspection with Acetic Acid Diagnosis” .

Dirinya berharap kegiatan tersebut dapat berfungsi sebagai media untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman diantara para ilmuwan serta praktisi kesehatan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai isu-isu paling krusial tentang kesehatan.

a-5

Ilmuwan Epidemiologi

Ilmuwan dalam Epidemiologi

1. Antonie Philips Van Leeuwenhoek (1632)
Ia adalah seorang ilmuwan yang menemukan mikroskop, penemu bakteri dan parasit (1674), serta penemu spermatozoa (1677). Hal ini yang menjadikannya sebagai “Bapak Biologi” dan dianggal sebagai mikrobiolog pertama. Selain itu, ia juga merupakan orang yang pertama kali mengamati dan mendeskripsikan organisme bersel satu. Adanya penemuan bakteri dan yang lainnya telah membuka tabir suatu penyakit yang akan berguna bagi analisis epidemiologi selanjutnya.

2. Robert Koch (1882)
Ia dianggap sebagai pendiri modern bakteriologi karena perannya dalam mengidentifikasi agen penyebab spesifik TB, kolera, dan antraks sebagai dukungan eksperimental untuk konsep penyakit menular. Selain itu, Koch juga menciptakan dan meningkatkan teknologi laboratorium yang signifikan di bidang mikrobiologi, yaitu dengan membuat sejumlah penemuan kunci yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan disebut dengan postulat koch. Dengan postulat, koch, maka dapat diketahui konsep tentang cara menentukan kapan mikroorganisme dapat dianggal sebagai penyebab suatu penyakit.

3. Max Van Patternkofer
Ia memberikan kesan tersendiri dalam sejarah epidemiologi yang berkaitan dengan upaya mengidentifikasi penyebab suatu penyakit. Ia menjadikan dirinya sebagai kelinci percobaan untuk membuktikan bahwa vibrio bukanlah penyebab kolera.

4. John Snow (1854)
Namanya sangat familiar dalam dunia kesmas karena upayanya yangvsukses mengatasi kolera di London. Ia melakukan analisis penyakit kolera menggunakan pendekatan epidemiologi dengan faktor orang, tempat, dan waktu. Hal ini yang menjadikannya sebagai The Father of Epidemiology.

5. Pervical Pott
Ia seorang ahli bedah yang melakukan pendekatan epidwniologi untuk menganalisis tingginya kejadian kanker skrotum di kalangan pekerja pembersih cerobong asap. Ternyata diketahui bahwa tar yang menjadi penyebabnya. Hal inilah yang menjadikan ia sebagai Bapak Epidemiologi Modern.

6. James Lind (1747)
Ia memperoleh penemuanya yang sederhana saat ia mengamati bahwa ada beberapa orang yang melakukan pelayaran dengan kapal mengalami scurvy. Ternyata setelah diamati mereka menderita kekurangan vitamin c karena makanan yang mereka makan adalah makanan kaleng. Kejadian inilah yang menjadikannya dikenal sebagai Bapak Trial Klinik.

7. Doll and Hill
Mereka adalah dua orang yang berkaitan dengan cerita yang berhubungan dengan merokok dan kanker paru. Mereka menjadi peneliti pertama yang mendesain penelitian yang melahirkan bukti adanya hubungan antara rokok dan kanker paru. Keduanya adalah pelopor penelitian di bidang Epidemiogi Klinik.

Referensi:
http://epiders.blogspot.co.id
http://idEpidemiologi.org

Menjaga Lahan Gambut, Menjaga Indonesia

350px-Mohos_Peat_Bog_1

(https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gambut)

Tanah gambut merupakan tanah yang sangat subur, karena tanah ini mengandung bahan organik yang tinggi dan berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang membusuk. Tanah gambut adalah tanah yang lunak, sehingga mudah untuk ditekan. Apabila ditekan maka tanah ini akan mengeluarkan air. Bahkan, apabila dikeringkan dapat dijadikan bahan bakar sumber energi. Selain sumber energi, gambut juga dapat digunakan untuk memasak dan sebagai pemanas di rumah. Maka tidak heran jika gambut merupakan tanah yang kaya akan manfaat. (Wikipedia)
Di Indonesia sendiri luas lahan gambut tersebar di berbagai daerah dengan luas yang beragam. Di Sumatera saja terdapat 7,3-9,7 hektar lahan gambut atau setara dengan 1/4 luas lahan gambut di daerah tropis. Hal ini dapat menjadikan gambut sebagai sumber energi alternatif jika dimanfaatkan dengan baik. Maka perlu adanya sinkronisasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sehingga hal tersebut dapat terlaksana. Namun, tanpa adanya kerja sama yang dilakukan berbagai pihak maka akan membuat semua itu sulit untuk tercapai.

250px-Torfabbau-(https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gambut)

Bagi negara tropis, dengan adanya lahan gambut dapat dijadikan sumber ekonomi yang menjanjikan. Hal ini didukung oleh cuaca yang ada di daerah ini. Daerah tropis tidak mengalami 4 musim, sehingga lahan gambut dapat termonitor secara jelas. Namun, terkadang cuaca juga menjadi kendala. Misalnya, saat musim penghujan berlangsung terus menerus maka akan menjadikan tanah gambut kelebihan air dari kondisi yang seharusnya. Apalagi saat musim kemarau berlangsung lama, maka akan lebih membahayakan. Hal ini mengacu pada suhu saat musim kemarau yang dapat sangat panas dengan disertai tiupan angin yang kencang maka dapat menyebabkan kebakaran hutan.
Peristiwa kebakaran hutan pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2015 dimana 52% hutan yang terbakar merupakan lahan gambut. Peristiwa ini menyadarkan semua pihak untuk lebih memerhatikan lingkungan. Setelah peristiwa karhutla ini, pemerintah baru memikirkan cara pencegahan agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi. Padahal, sangat penting untuk menjaga lahan gambut maupun lahan lain agar tidak terjadi hal serupa. Lalu bagaimana cara menjaga lahan gambut itu?
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga lahan gambut:
1. Pemantauan Komitmen
Pemerintah memiliki program nasional untuk merestorasi lahan gambut seluas 2 hektar selama 5 tahun. Dengan berbagai pihak yang ikut andil, Presiden Jokowi berharap agar dalam menjaga ekosistem lahan gambut dapat terus memerhatikan aspek kelestarian lingkungan. Selain itu pemerintah juga memiliki program pelarangan pembukaan lahan baru atau eksploitasi lahan gambut untuk usaha kehutanan dan perkebunan. Program ini perlu didukung dan dilakukan bersama dengan masyarakat agar dapat terlaksana dengan baik. Dengan berkomitmen bersama untuk menjaga lahan gambut berarti ikut menjaga Indonesia dari kerusakan alam yang mungkin terjadi.

2. Peta Restorasi
Di Indonesia, lahan gambut tersebar diberbagai wilayah. Maka untuk merestorasi lahan gambut perlu adanya keterkaitan dari berbagai pihak. Selain itu, lahan gambut harus dipetakan untuk mengetahui mana yang menjadi prioritas utama dalam melakukan restorasi tersebut. Aktivitas dan perkembangan restorasi gambut yang dilakukan oleh berbagai pihak, meliputi pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta pelaku usaha. Sebenarnya masyarakat juga dapat ikut berpartisipasi dengan melakukan pengawasan terhadap lahan gambut yang ada di daerah mereka dan melaporkannya kepada pihak terkait jika terdapat penyimpangan saat dilakukan restorasi lahan gambut.

3. Berbagi Cerita
Berbagi cerita merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga lahan gambut. Dengan sharing atau membagikan pengalaman kepada orang lain dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap lahan gambut. Seringnya berkomunikasi dengan orang lain dalam suatu komunitas atau kumpulan orang dapat juga membantu meningkatkan motivasi mereka untuk semakin mencintai lahan gambut. Pengalaman yang diceritakan dari orang yang secara langsung mengalami dampak akibat lahan gambut baik positif maupun negatif akan lebih dipercaya dari pada seseorang yang belum pernah mengalaminya.

4. Mengenal Lahan Gambut Lebih Jauh
Mengenal lahan gambut lebih jauh dapat membantu memantau gambut. Selain itu, mempelajari secara mendalam mengenai gambut dapat menigkatkan pengetahuan kita tentang gambut. Pengetahuan yang baik akan membawa pada perilaku yang baik pula. Orang yang tahu cara menjaga lahan gambut dan memiliki pengetahuan tentang pentingnya lahan gambut pasti akan lebih menjaga lahan gambut daripada orang yang tahu cara menjaga gambut tapi tidak tahu seberapa pentingny lahan gambut itu.
Setelah mengetahui cara-cara untuk menjaga gambut, alangkah lebih baik lagi jika cara tersebut diaplikasikan pada lahan gambut. Untuk itu perlu adanya kontribusi dari semua pihak agar lahan gambut dapat terlindungi. Menjaga lahan gambut berarti menjaga Indonesia. Itulah yang harus dijadikan slogan dalam melakukan perlindungan terhadap lahan gambut, sehingga akan menambah kepedulian kita terhadap lahan gambut. Jadi, kita harus selalu melakukan pantau gambut agar dapat terus menjaga lahan gambut dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi sehingga dapat dicegah. #pantaugambut

Sumber:
Wikipedia. Tanpa tahun. Gambut. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gambut. Diakses 19 Juli 2017
Anonimous. Tanpa tahun. Pantau Gambut. pantaugambut.id. diakses 15 Juli 2017.

Bahaya Plastik Hitam

Tahukah kamu, apa bahayanya menggunakan plastik hitam?
Kebanyakan orang mengetahui jika plastik hitam itu berbahaya, tetapi mereka tetap menggunakannya bahkan untuk membungkus makanan. Memang bahaya yang akan ditimbulkan tidak langsung terlihat, tetapi lambat laun akibatnya dapat dirasakan. Maka dari itu sebaiknya mengurangi pemakaian plastik hitam dengan menggantinya dengan plastik lain yang lebih ramah lingkungan.
Sebenarnya apa saja yang terkandung pada plastik hitam?
Plastik hitam terbuat dari berbagai limbah plastik. Limbah ini berasal dari berbagai jenis, seperti limbah wadah pestisida, wadah kotoran hewan, limbah loham berat bahkan limbah rumah sakit juga digunakan. Hal inilah yang membuat plastik hitam tidak diperbolehkan digunakan untuk membungkus makanan.
Apa akibat dari penggunaan plastik hitam?
Plastik hitam terdiri dari berbagai bahan campuran yang bersifat karsinogenik. Hal ini berarti bahwa plastik hitam dapat menyebabkan kanker apabila dipanaskan.
Pemerintah sudah memberikan peringatan untuk tidak memakai plastik hitam sebagai tempat pembungkus makanan ataupun bahan makanan.

SDGs

Sustainable Development Goals (SDGs)

SDGs-GlobalGoalsForSustainableDevelopment-05.jpgSDGs adalah indikator yang digunakan oleh negara anggota PBB untuk merancang agenda dan politik selama 15 tahun ke depan. SDGs dimulai tahun 2015 sampai tahun 2030 yang memiliki 17 indikator, yaitu:

  1. Tidak ada kemiskinan
  2. Tidak ada orang yang kelaparan
  3. Kesehatan baik
  4. Kualitas pendidikan baik
  5. Adanya kesetaraan gender
  6. Air bersih dan sanitasi
  7. Energi bersihdan tidak mahal
  8. Pertumbuhan ekonomi
  9. Industri dan infrastruktur
  10. Mengurangi ketidaksetaraan
  11. Kota dan masyarakat yang berkelanjutan
  12. Komsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
  13. Perubahan iklim
  14. Kehidupan di bawah air
  15. Kehidupan di bumi
  16. Institusi keadilan yang tidak memihak
  17. Kerjasama untuk mencapai tujuan