Ilmuwan Epidemiologi

Ilmuwan dalam Epidemiologi

1. Antonie Philips Van Leeuwenhoek (1632)
Ia adalah seorang ilmuwan yang menemukan mikroskop, penemu bakteri dan parasit (1674), serta penemu spermatozoa (1677). Hal ini yang menjadikannya sebagai “Bapak Biologi” dan dianggal sebagai mikrobiolog pertama. Selain itu, ia juga merupakan orang yang pertama kali mengamati dan mendeskripsikan organisme bersel satu. Adanya penemuan bakteri dan yang lainnya telah membuka tabir suatu penyakit yang akan berguna bagi analisis epidemiologi selanjutnya.

2. Robert Koch (1882)
Ia dianggap sebagai pendiri modern bakteriologi karena perannya dalam mengidentifikasi agen penyebab spesifik TB, kolera, dan antraks sebagai dukungan eksperimental untuk konsep penyakit menular. Selain itu, Koch juga menciptakan dan meningkatkan teknologi laboratorium yang signifikan di bidang mikrobiologi, yaitu dengan membuat sejumlah penemuan kunci yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan disebut dengan postulat koch. Dengan postulat, koch, maka dapat diketahui konsep tentang cara menentukan kapan mikroorganisme dapat dianggal sebagai penyebab suatu penyakit.

3. Max Van Patternkofer
Ia memberikan kesan tersendiri dalam sejarah epidemiologi yang berkaitan dengan upaya mengidentifikasi penyebab suatu penyakit. Ia menjadikan dirinya sebagai kelinci percobaan untuk membuktikan bahwa vibrio bukanlah penyebab kolera.

4. John Snow (1854)
Namanya sangat familiar dalam dunia kesmas karena upayanya yangvsukses mengatasi kolera di London. Ia melakukan analisis penyakit kolera menggunakan pendekatan epidemiologi dengan faktor orang, tempat, dan waktu. Hal ini yang menjadikannya sebagai The Father of Epidemiology.

5. Pervical Pott
Ia seorang ahli bedah yang melakukan pendekatan epidwniologi untuk menganalisis tingginya kejadian kanker skrotum di kalangan pekerja pembersih cerobong asap. Ternyata diketahui bahwa tar yang menjadi penyebabnya. Hal inilah yang menjadikan ia sebagai Bapak Epidemiologi Modern.

6. James Lind (1747)
Ia memperoleh penemuanya yang sederhana saat ia mengamati bahwa ada beberapa orang yang melakukan pelayaran dengan kapal mengalami scurvy. Ternyata setelah diamati mereka menderita kekurangan vitamin c karena makanan yang mereka makan adalah makanan kaleng. Kejadian inilah yang menjadikannya dikenal sebagai Bapak Trial Klinik.

7. Doll and Hill
Mereka adalah dua orang yang berkaitan dengan cerita yang berhubungan dengan merokok dan kanker paru. Mereka menjadi peneliti pertama yang mendesain penelitian yang melahirkan bukti adanya hubungan antara rokok dan kanker paru. Keduanya adalah pelopor penelitian di bidang Epidemiogi Klinik.

Referensi:
http://epiders.blogspot.co.id
http://idEpidemiologi.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s