Laporan Praktikum Pengamatan Jentik

LAPORAN PRAKTIKUM PENGAMATAN JENTIK NYAMUK

A. Dasar Teori
Nyamuk termasuk serangga (Arthropoda: Insecta. Tubuhnya terbagi tiga bagian: kaput, toraks, abdomen. Pada kepala ada bagian mulut yang proboscis yang lurus ke depan (pada Tribus Culicini dan Anphelini) atau bagian depannya melengkung ke arah perut (Tribus Megarhini), sepasang antenna, dan sepasang palpus maksilaris. Nyamuk jantan antena tipe plumose, yang betina tipe pilose. Tipe bagian mulut menusuk dan menghisap. Pada toraks melekat 3 pasang kaki, dan sepasang halter (sayap yang sangat mereduksi, bentuknya seperti halter).
Secara signifikan semua nyamuk harus melalui air dalam fase hidup mereka. Nyamuk dapat hidup hampir disegala jenis air, dari air es yang mencair sampai air buangan yang kotor. Jenis air dapat mengidentifikasi jenis jentik nyamuk yang hidup di dalamnya. Selain itu, dapat diketahui pula frekuensi nyamuk dalam bertelur (Soedarto, dkk, 1989:35).
Untuk lebih jelasnya lagi maka akan dijelaskan dalam laporan ini. Laporan ini membahas tentang jentik nyamuk dari genus Mansonia. Genus ini merupakan genus yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan genus lainnya, seperti dari genus Aedes maupun Anopheles.

B. Tujuan
1.Dapat melakukan pengambilan berbagai jentik di tempat yang berbeda

2. Mengetahui alat yang digunakan untuk identifikasi jentik

3. Dapat melakukan identifikasi jentik dengan mikroskop.

C. Alat dan Bahan
1. Mikroskop trinokuler
2. Mosquito breder
3. Dipper
4. Pipet

D. Cara Kerja
1. Cara pengambilan jetik nyamuk:
Bawalah dipper, pipet jentik, dan mosquito breeder ke tempat pengambilan jentik
Ambilah jentik dengan dipper atau dengan pipet jentik
Masukkan ke dalam mosquito breeder

2. Cara melakukan identifikasi jentik:
Ambilah jentik dari dalam mosquito breeder dengan pipet jentik
Letakkan di atas kaca sediaan lalu tutup dengan kaca penutup
Siapkan mikroskop yang akan digunakan
Setelah siap, letakkan kaca sediaan di meja preparat
Amatilah dengan lensa okuler
Gambarlah hasil yang terlihat.

E. Hasil

IMG-20170603-WA0007

F. Pembahasan
Nyamuk mansonia hidup secara nocturnal berada di wilayah hutan dan rawa endemik, lingkungan kotor dan area peternakan ikan yang tidak terpakai. Maka dari itu siklus hidupnya dari mulai bertelur sampai menjadi dewasa berada pada tempat-tempat tersebut. Pada laporan ini dibahas mengenai jentik dari nyamuk mansonia yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Bentuk shiponnya seperti tanduk
2. Letak shiponnya berada di ujung yang berupa duri
3. Jentik nyamuk mansonia menempel pada akar tumbuhan air
4. Pada bagian torakss terdapat stoot spine
5. Posisi saat istirahat membentuk sudut sama dengan permukaan air.

Diketahui bahwa nyamuk mansonia hidup diberbagai tempat yang kebanyakan terdapat air sehingga dapat mempengaruhi jenis nyamuk yang akan tumbuh. Karena sebelum menjadi nyamuk dewasa terlebih dahulu menjadi telu-larva-pupa baru kemudian menjadi nyamuk dewasa.

G. Kesimpulan
Nyamuk merupakan hewan yang bermetamorfosis sempurna. Fase tersebut yaitu telur-larva-pupa-dewasa. Masing-masing fase memiliki waktu dan ciri-ciri tersendiri. Pada laporan ini dijelaskan mengenai genus Mansonia yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan genus yang lain. Berlainnya ciri-ciri genus menandakan karakteristik yang berbeda dengan genus yang lain.

H. Daftar Pustaka
Aeni, Nur. 2016. Laporan Survey Jentik Nyamuk Non Aedes. http://nuraeni068.blogspot.co.id/2016/01/laporan-praktikum-vektor-b-survey_7.html. Diakses 03 Juni 2016.
Fahmi, Nurul. 2015. Makalah Nyamuk Mansonia. Nurulfahmikesling.blogspot.co.id/2015/12/makalah-nyamuk-mansonia.html?m=1. Diakses 05 Juni 2017.
Maulidyah, Aliyana. Tanpa tahun. Nyamuk Mansonia. https://id.scribd.com/mobile/doc/308716775/Nyamuk-Mansonia. diakses 05 Juni 2017.

Iklan